Kekinian Dan Menjual, Begini Syarat dari Gaya Logo Desain Perusahaan yang Harus Kamu Tahu!

Apa yang pertama muncul di kepala kamu begitu melihat sepatu dengan tanda centang disisi-sisinya? Langsung ketebak merknya dong? Terus kalau lagi jalan di mall, liat tempat makan dengan lambing huruf M, bisa tebak juga pasti

Apa yang pertama muncul di kepala kamu begitu melihat sepatu dengan tanda centang disisi-sisinya? Langsung ketebak merknya dong? Terus kalau lagi jalan di mall, liat tempat makan dengan lambing huruf M, bisa tebak juga pasti kan, itu franchise apa? Yup, pasti langsung bisa tau kalo disitu jual burger.

Dari dua contoh tadi, kebayang kan, gimana pentingnya sebuah logo perusahaan. Walaupun sederhana, logo sebenarnya merupakan salah satu bagian komersial dari suatu merek yang menunjukkan nilai suatu brand. Terus, Faktor- faktor apa aja ya, yang harus dipertimbangkan dalam membuat sebuah desain logo, terutama yang bergaya kekinian yang sesuai dengan generasi kekinian? Yuk, kita bahas.

 

Pertama, Logo Yang Bagus Adalah yang Mudah Diingat

Fungsi utama sebuah logo perusahaan adalah memasarkan produk maupun perusahaan itu sendiri. Karenanya, penting untuk membuat sebuah logo yang unik serta dengan mudah menggambarkan produk yang dipasarkan. Contohnya logo facebook. Kebayang dong langsung? Huruf f, warna biru. Udah. Simple, gampang diinget, dan mudah diidentifikasi.

Kedua, Logo yang Bagus Harus Bisa “Dibaca”

Kalau mau membuat desain logo perusahaan yang mengandung huruf, usahakan agar huruf-hurufnya mudah dibaca. Apalagi kalau logo itu akan dicantumkan di layar, billboard, banner, atau kartu nama karyawan. Karena bidang proyeksinya bisa besar dan kecil, penting banget tuh, untuk membuat logo yang selalu jelas terbaca walaupun ukuran font yang dipakai kecil.

Ketiga, Logo yang Bagus Adalah yang Sesuai Zaman

 

Inget ga,  kalo instagram udah 3 kali ganti logo? Kenapa? Bosen? Bukan boss. Alasan sebuah perusahaan untuk melakukan rebranding pastinya lebih dari sekedar jenuh dengan logo lama. Pergantian logo biasanya karena adanya semacam penyesuaian dan usaha untuk ‘berkomunikasi’ dengan penggunanya dan memberikan semacam efek ‘refresh’ agar pengguna semakin tertarik dan konsumen semakin banyak. Sama seperti produk, logo juga harus menyesuaikan dengan pangsa pasar. Untuk menarik perhatian, logo yang simple dan mudah diingat biasanya dengan menyesuaikan trend pada masa itu. Itulah kenapa, setiap tahun, ada saja perusahaan yang melakukan rebranding logo. Contohnya pada masa sekarang, generasi millennial lebih menyukai logo yang simpel dan tidak banyak memadukan warna.